My best decision

cropped-img_0811.jpg

Gonna miss this appearance, but yeah.. life is about choice, rite?

 

31 Desember 2013.

Saya datang ke kantor di kawasan Gatot Subroto. Absen pagi saya terlambat 4 menit, as usual. Di lantai 23 suasana sudah mulai ramai, hari ini akan ada meeting akhir tahun di unit kerja yang sudah menjadi tempat saya bekerja selama 4 tahun. Acara yang hampir setiap tahunnya mendaulat saya sebagai Master of Ceremony dadakan tanpa bayaran, cuma sekadar agar saya bisa mengatur jalan acara dan saya pun bisa tampil menggila disana. Acara tutup buku yang akan diwarnai keriuhan tukar kado dan excitement dari karyawan yang sudah tidak sabar menanti berapa kali gaji sih, bonus yang akan diterima nanti?

Tapi bukan itu yang bikin saya gugup hari ini.

Saya akan mengajukan surat resign hari ini. Ya, saya akan meninggalkan kantor dengan beribu kenangan dan kenyamanan ini. Saya akan meninggalkan perkejaan yang luar biasa berat tapi jadi menyenangkan karena lingkungan yang selalu tidak lepas dari tawa. Meninggalkan teman-teman yang sudah saya anggap saudara saya sendiri – iya deh, gak semua juga saya anggap saudara – dan meninggalkan bos yang sangat supportif. Tapi tekad saya sudah bulat. Saya tidak ingin berkarir di dunia yang tidak sesuai dengan akar pendidikan saya dan saya ingin membuktikan bahwa saya benar-benar memperlakukan keluarga saya sebagai prioritas. Tekad saya sudah bulat, saya akan berhenti dari perusahaan ini walau masih kecut untuk keluar dari comfort zone.

Kepergian saya hanya berselang 2 bulan sejak saya menyerahkan surat pengunduran diri itu. Diwarnai senyum, ciuman di pipi kiri dan kanan, suasana karaoke super ga jelas dan beberapa titik air mata. Saya senang sudah pernah bergabung dan bekerja sama dengan orang-orang hebat di PFA Group Mandiri walau sedih juga kalau ingat saya gak akan dapet bonus berkali-kali gaji setiap tahunnya. Tapi saya lebih senang lagi karena menjadi PNS adalah satu hal yang paling diimpikan orang tua saya, menjadi pekerjaan yang memungkinkan saya meluangkan lebih banyak waktu bersama anak saya dan menjadi key person dalam memajukan negara ini. Toh saya sekolah tinggi-tinggi dibiayai negara, lalu apa lagi yang bisa saya lakukan untuk membalas budi kepada negara tercinta ini?

Jadi.. So long, Mandiri. Been a great time!

Advertisements

Another welcome

Sungguh terlalu kalau diingat-ingat. Saya udah sering banget bikin blog, tapi selalu berkahir dengan lupa password atau alasan klasik kelamaan-gak-nulis-jadi-keburu-males-ngelanjutin. Tapi sekarang saya mau nyoba buat lebih rajin lagi menulis, yah mumpung gak ada kerjaan dan mumpung sinyal wifi begitu melimpah ruah.

Jadi, how’s it going, Mey?

Kalo nanya kabar saya sih, ya biasa aja. Paling cuma pindah kerja aja jadi abdi negara di lembaga non kementrian yang ada di Ampera (yang perlu banget nih di-bold: yang deket banget dari rumah, cuma 10 menit!). Jadi dengan kepindahan saya kesini otomatis waktu perjalanan berangkat dan pulang bisa dipangkas habis dan bisapunya waktu berkualitas lebih banyak sama si unyil, Ditmar.

Eh, Ditmar apa kabar?

Ditmar Syathir Nararya sekarang udah 2 tahun 11 bulan. Alhamdulillah udah makin pinter, selalu sehat dan makin mirip mamanya. Iya deh, mukanya tetep mirip papanya, sifatnya aja yang mirip saya. Perkembangan motorik udah bagus banget, udah bisa ngomong macem-macem juga, walau sekarang masih proses belajar bikin kalimat lengkap. Kalau pernah tau ceritanya, Ditmar ini speech delay, Sodara-sodara. Jadi sejak Oktober 2013 ikut terapi Sensori Integrasi dan 3 bulan belakangan udah ikut Terapi WIcara. Progressnya ya itu tadi, udah makin oke dan mulai bisa disuruh-suruh juga.. Loh??

Ya jadi begitu deh cerita saya sekarang ini. Mudah-mudahan kedepannya bisa nulis dan mempergunakan blog ini dengan baik dan benar, ga nyampah lagi kayak di blog sebelumnya.. hihihihihihi… Please enjoy! or maybe, if you don’t mind, post your comment here!

Lovely motherho…

Lovely motherhood

“The natural state of motherhood is unselfishness. When you become a mother, you are no longer the center of your own universe. You relinquish that position to your children.

(Jessica Lange)