Museum Bank Madiri – Jakarta Kota

Museum Bank Mandiri – atau yang disebut Museum Mandiri setelah ada rebranding Bank Mandiri tahun 2008 yang lalu – adalah satu tempat dengan segudang cerita buat saya, mulai dari pengalaman masuk dunia profesional sampe ketemu jodoh kejadian di Museum Mandiri. Eh iya, bener.. Saya blind date sama hubby dulu disini, pacarannya juga sering disini skalian jalan-jalan keliling Kota Tua *setel lagu Sepanjang Jalan Kenangan*

Etapi bukan itu yang mau saya bahas. Saya mau bahas kenapa Museum Mandiri wajib dikunjungi para pelancon yang jalan-jalan ke Kota Tua. Itung-itung bantuin promosi kantor lama, niiih…

Museum Mandiri dibangun tahun 1929 dan selesai tahun 1932. Bangunannya dibuat untuk Kantor Pusat Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM), sebuah bank Belanda yang dibangun oleh Raja Willem sebagai salah satu bentuk penyelamatan aset-aset negara Belanda yang dimiliki oleh VOC pas dinyatakan bangkrut di akhir 1700. Uniknya, pas acara peletakan batu pertama gedung, ada proses akulturasi yang terjadi, yaitu orang-orang Belanda juga menanam kepala kerbau dan koin emas sebagai bentuk selametan pembangunan gedung. Jadi kalo ada yang mau nyari harta karun di Museum Mandiri, silakan gali aja di taman tengah tempat kepala kerbau itu dikubur. Kalo udah ketemu ya dikasih aja ke pihak museum, jangan diambil…

Abaikan penampakan model :p

Abaikan penampakan model :p

Hal menarik dan jadi jualan utama Museum Mandiri adalah arsitekturnya. Gedunng ini jadi salah satu pelopor gedung bergaya Art Deco di Batavia. Ciri khas yang paling menonjol di gedung ini adalah atapnya yang berupa dak, bentuknya gak runcing dan gak menggunakan genteng seperti bangunan lainnya yang ada di sekitar. Selain itu bahan yang dipakai sebagai hiasan di gedung ini juga masih ada dan terawat, misalnya Kaca Patri yang segede alaihim gambreng dan tegel atau tile floor yang unik dan disusun sedemikian rupa sehingga mendukung atmosfer ‘rich and elegant’ gedung bank ini.

Singkat cerita, NHM ini bergerak dalam bidang perkebunan, ekspor-impor dan pembangunan kota Batavia. Jadi di dalam gedungnya juga terdapat gudang penyimpanan hasil bumi dan laboratorium yang jadi tempat mengetes apakah hasil bumi yang akan dijual bener-bener barang berkualitas. Selain itu karena gedung ini juga menyimpan banyak barang berharga, makanya vault/kas kluis di gedung ini dibuat sekokoh mngkin. Vault adalah tempat penyimpanan uang/barang berharga, surat-surat berharga dan safe deposit box. Pintu buat nutup vault ini aja beratnya 5 ton, trus temboknya dibikin setebal 1 meter. Jadi dijamin aman kalau nyimpen uang disini.

Para pemeran Kasir Cina Museum Mandiri

Para pemeran Kasir Cina Museum Mandiri

Kalau tadi cerita akulturasi, ada juga bukti penghargaan terhadap etnis Tiong Hoa yang hidup pada jaman itu. Jadi karena pemerintah Belanda menganggap bahwa etnis Tiong Hoa ini berjasa dalam menggerakkan perekonomian di Batavia dan Hindia Belanda, maka dibuat satu section khusus untuk orang-orang Cina, namanya Kasir Cina. Mulai dari petugas sampai nasabahnya khusus orang-orang Cina. Uniknya para pekerja di Kasir Cina ini biasanya sodaraan, tujuannya supaya gampang kalau ada yang macem-macem di bank, maka sekeluarga ikutan malu, jadi kalau mau macem-macem ya jadi mikir berkali-kali. Sampai sekarang bentuk dan suasana Kasir Cina masih di-display, bahkan dalam acara tertentu ada role play seolah-olah kasir Cina hidup kembali.

Masih banyak yang bisa diceritakan soal Museum Mandiri, tapi akan lebih menarik buat dateng langsung kesana. Oh ya, Museum Mandiri cuma menetapkan tarif Rp. 3000,- saja untuk pengunjung umum, tapi kalau pelajar/mahasiswa dan nasabah Mandiri gratis, tinggal tunjukan aja kartu pelajar atau ATM Mandiri di loket. Ini ada beberapa tips buat yang mau ke Museum Mandiri:

  1. Jangan lupa kamera! Karena di Museum Mandiri pengunjung bebas foto-foto di area pamer.
  2. Pakai sendal/sepatu yang nyaman, karena museum ini ada 3 lantai dan luarnya hampir 15.000 meter persegi.
  3. Di Museum Mandiri ada cafe untuk pengunjung, jadi kalau lupa bawa minum atau laper karna lama keliling-keliling, bisa mampir di Teras Cafe Museum Mandiri.
  4. Kalau mau keliling Kota Tua, di depan Museum Mandiri ada tukang ojek sepeda yang siap mengantar keliling. Tarifnya antara 30-150 ribu tergantung rute apa yang diinginkan.
  5. Museum Mandiri terletak di depan Stasiun Kereta Api Jakarta-Kota (Stasiun BEOS) dan shelter busway Jakarta-Kota. Jadi kalau mau jalan-jalan kesini ga perlu bawa kendaraan pribadi juga gak apa-apa.
  6. Museum Mandiri juga jadi gerbang ke Kota Tua. Jadi kalau mau jalan-jalan full day ke Kota Tua, mulai aja di Museum Mandiri dan lanjut ke museum-museum selanjutnya.
  7. Disini juga disediakan function room yang gratis digunakan, asal bilang dulu sama petugas Museum Mandiri jauh-jauh hari. Jadi enak kalau mau ngadain acara kantor atau komunitas, fasilitas function room juga lengkap.
  8. Masih punya pertanyaan lain soal Museum Mandiri? Bisa langsung telpon saja ke 021-6902000.

So, buat temen-temen yang mau liburan ke Kota Tua, monggo dicoba mampir ke Museum Mandiri. Enjoy Kota TUa, then 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s